JAKARTA - Gempa bumi yang dirasakan di wilayah Yogyakarta tidak mengganggu keselamatan perjalanan kereta api secara berkelanjutan.
KAI Daop 6 Yogyakarta memastikan seluruh perjalanan kereta api tetap dalam kondisi aman dan terkendali. Langkah cepat dan terukur langsung dilakukan untuk menjamin keselamatan penumpang.
Peristiwa gempa terjadi pada dini hari dan dirasakan di sejumlah wilayah operasional kereta api. Menyikapi kondisi tersebut, KAI Daop 6 Yogyakarta segera mengaktifkan prosedur keselamatan. Fokus utama diarahkan pada pemeriksaan menyeluruh prasarana dan sarana perkeretaapian.
Penghentian Sementara Demi Keselamatan Perjalanan
Demi memastikan aspek keselamatan, seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta dihentikan sementara melalui skema berhenti luar biasa. Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif pascagempa. Pemeriksaan dilakukan sebelum perjalanan kembali dilanjutkan.
Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih menjelaskan bahwa penghentian sementara bertujuan untuk memastikan kondisi prasarana dan sarana tetap layak operasi.
“Tim lapangan KAI Daop 6 langsung melakukan pemeriksaan prasarana dan saran secara menyeluruh meliputi jembatan, jalur rel dan prasarana pendukung lainnya serta kondisi rangkaian KA,” katanya. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara detail di seluruh lintasan terdampak.
Hasil Pemeriksaan Pastikan Jalur Kembali Aman
Setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan oleh tim lapangan, seluruh lintas dan jalur kereta api dinyatakan aman. Berdasarkan hasil tersebut, perjalanan kereta api kembali dioperasikan secara normal. Seluruh rangkaian kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 02.04 WIB.
Langkah ini menunjukkan kesiapan KAI dalam merespons kondisi darurat. Seluruh proses dijalankan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku. Penumpang dapat kembali melanjutkan perjalanan dengan aman dan nyaman.
Permohonan Maaf Dan Apresiasi Kepada Penumpang
KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi. Apresiasi juga disampaikan atas kesabaran pelanggan selama proses pemeriksaan berlangsung. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan operasional.
“Pemeriksaan prasarana dan sarana pasca gempa merupakan prosedur yang wajib dilakukan oleh KAI untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga,” ujar Feni Novida Saragih. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen KAI dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Prosedur keselamatan diterapkan tanpa kompromi dalam situasi apa pun.
Daftar Kereta Terdampak Dan Komitmen Keselamatan
Sebanyak 14 kereta api tercatat mengalami berhenti luar biasa sementara selama proses pemeriksaan prasarana pascagempa. Kereta tersebut meliputi KA Sancaka, Bungtalun Service, Jaka Tingkir, Parcel Tengah, Parcel Selatan, Mawalo Tanker, dan Gajayana Tambahan. Selain itu terdapat KA Malioboro Ekspres, Lodaya, Bogowonto, Malabar, Gajayana, Majapahit, serta Jayakarta.
Waktu penghentian bervariasi antara 29 hingga 49 menit tergantung lokasi dan kondisi lintasan. Seluruh kereta kembali melanjutkan perjalanan setelah dinyatakan aman. KAI Daop 6 Yogyakarta kembali menyampaikan terima kasih atas kesabaran para pelanggan.
Komitmen KAI Daop 6 Yogyakarta untuk selalu memprioritaskan keselamatan perjalanan kereta api terus dijaga. Setiap kondisi darurat ditangani secara profesional dan terukur. Dengan prosedur yang konsisten, keselamatan penumpang tetap menjadi fokus utama layanan perkeretaapian.