Pemerintah Dorong BPJS Tingkatkan Investasi Saham Berkualitas

Rabu, 04 Februari 2026 | 15:49:17 WIB
Pemerintah Dorong BPJS Tingkatkan Investasi Saham Berkualitas

JAKARTA - Pemerintah mendorong penguatan pasar modal dengan memperluas basis investor institusional. 

Salah satu strategi utama adalah membuka peluang lebih besar bagi BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan dana pensiun untuk berinvestasi di saham berkualitas. Langkah ini diharapkan meningkatkan kedalaman pasar serta stabilitas harga saham.

Batas penempatan investasi yang sebelumnya maksimal 10 persen kini dapat ditingkatkan hingga 20 persen. Peningkatan porsi investasi ini berlaku untuk saham dengan fundamental kuat, termasuk indeks LQ45. Kebijakan ini mencerminkan upaya pemerintah dalam mendorong partisipasi institusi besar.

“Indonesia membuka sempatan untuk dana pensiun untuk melakukan investasi di saham-saham yang baik, di saham-saham dengan fundamental kuat, di mana itu dibuka dari 10 persen itu sejak tahun 2015 itu menjadi bisa sampai 20 persen untuk menaruh investasinya di pasar modal,” ujar Airlangga. 

Pernyataan ini menunjukkan arah pemerintah dalam memperkuat pasar modal nasional. BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan juga termasuk dalam skema ini.

Reformasi Pasar Modal Berbasis Empat Pilar

Perluasan investor institusional menjadi bagian dari agenda reformasi pasar modal Indonesia. Reformasi ini bertumpu pada empat pilar utama: likuiditas, transparansi, tata kelola, dan penegakan hukum. Fokus ini ditujukan untuk memperkuat struktur pasar dan memulihkan kepercayaan investor.

Kebijakan reformasi diambil setelah IHSG sempat terperosok hingga delapan persen pekan sebelumnya. Pemerintah ingin memastikan pasar modal lebih stabil dan resilient terhadap gejolak. Langkah ini mencerminkan keseriusan dalam menjaga kredibilitas pasar.

“(Peningkatan porsi investasi saham itu) termasuk BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Ini tentu yang saham yang fundamentalnya kuat antara lain LQ45,” sambung Airlangga. Pernyataan ini menegaskan pentingnya kualitas saham dalam menarik investor institusional. Reformasi diharapkan mendorong investor jangka panjang untuk tetap aktif.

Respons Pasar Terhadap Kebijakan Baru

Respons awal pasar terhadap kebijakan reformasi mulai terlihat positif. IHSG kembali menguat ke zona hijau dan bergerak di kisaran level 8.000-an. Pergerakan ini mencerminkan optimisme investor terhadap langkah pemerintah.

“Hari ini pasar modal sudah kembali ke zona hijau. Ini respons yang positif dari pasar,” kata Airlangga. Kenaikan indeks menjadi indikator awal efektivitas kebijakan. Investor menunjukkan kepercayaan kembali pada fundamental pasar.

Peningkatan partisipasi institusional diproyeksikan akan menstabilkan harga saham. Investor besar diharapkan mampu menahan gejolak pasar. Hal ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan ekosistem pasar modal yang sehat.

Likuiditas dan Transparansi Pasar

Salah satu fokus utama reformasi adalah peningkatan likuiditas melalui penguatan free float. Pemerintah mendorong kenaikan batas minimal free float dari 7,5-10 persen menjadi 15 persen. Langkah ini diharapkan memperdalam pasar dan meningkatkan aktivitas perdagangan saham.

Selain itu, aspek transparansi juga diperketat melalui penyesuaian ketentuan keterbukaan informasi. Ambang batas kepemilikan saham kategori ‘others’ yang wajib dilaporkan diturunkan dari lima persen menjadi satu persen. Dengan kebijakan ini, kepemilikan saham di atas satu persen wajib diungkap, termasuk ultimate beneficiary owner.

“Di atas 1 persen harus di-disclose termasuk ultimate beneficiary owner-nya. Ini sebetulnya mudah karena di KSEI sudah berbasis digital, datanya sudah ada, tinggal disclosure-nya saja,” ujar Airlangga. Penekanan pada keterbukaan diharapkan menumbuhkan kepercayaan investor. Data yang akurat juga memudahkan pengawasan pasar.

Strategi Memulihkan Kepercayaan Investor

Percepatan reformasi pasar modal dilakukan menyusul penghentian perdagangan sementara pekan lalu. Langkah ini bertujuan memulihkan kepercayaan investor yang sempat menurun. Pemerintah ingin memastikan pasar modal tetap menjadi alternatif investasi yang aman dan menguntungkan.

Peningkatan batas investasi institusional dan transparansi pasar menjadi strategi utama. Investor besar diharapkan dapat memperkuat likuiditas dan menahan volatilitas. Kepercayaan yang pulih akan mendorong pertumbuhan pasar secara berkelanjutan.

Kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun ekosistem pasar modal yang modern dan kompetitif. Dengan adanya reformasi, investor domestik maupun internasional memiliki kepercayaan lebih. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan pasar modal Indonesia ke depan.

Terkini