Terbuka ke Publik! Ini Daftar Lengkap 34 Saham yang Dimiliki BPJS Ketenagakerjaan Setelah Aturan Baru KSEI Berlaku

Rabu, 04 Maret 2026 | 13:54:30 WIB
Terbuka ke Publik! Ini Daftar Lengkap 34 Saham yang Dimiliki BPJS Ketenagakerjaan Setelah Aturan Baru KSEI Berlaku

JAKARTA - Transparansi pasar modal Indonesia memasuki babak baru setelah data pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen resmi dapat diakses publik. Kebijakan ini membuat masyarakat kini dapat melihat daftar saham yang dipegang BPJS Ketenagakerjaan secara lebih rinci.

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) membuka data tersebut mulai Selasa, 3 Maret 2026. Sebelumnya, publik hanya dapat mengakses daftar investor dengan kepemilikan di atas 5 persen saham.

Perubahan batas keterbukaan ini langsung menyedot perhatian pelaku pasar. Nama-nama investor besar hingga institusi keuangan mendadak menjadi sorotan.

Publik sontak mencermati daftar terbaru yang kini lebih detail. Beberapa nama konglomerat maupun investor kawakan pun kembali diperbincangkan.

Misalnya, daftar saham Lo Kheng Hong yang selama ini jarang terendus media menjadi perhatian para investor. Biasanya, hanya saham dengan kepemilikan di atas 5 persen yang terungkap ke publik.

Selain nama perorangan, data terbaru juga memperlihatkan kepemilikan investor institusional. Salah satu yang menjadi sorotan adalah BPJS Ketenagakerjaan.

Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa perluasan data ini merupakan bagian dari empat proposal penguatan pasar modal. Proposal tersebut diajukan kepada global index provider MSCI dan FTSE.

"Per sore ini, saat pasar sudah tutup, shareholders name di atas 1% sudah bisa diakses oleh publik di situs web IDX," ujar Jeffrey di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keterbukaan data telah resmi diberlakukan.

Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat menyampaikan bahwa kebijakan ini merujuk pada Keputusan Dewan Komisioner OJK No. 01/2021. Regulasi tersebut menunjuk KSEI dan BEI sebagai penyedia data publik.

Salah satu poin pentingnya adalah penggabungan data kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat. Dengan demikian, informasi yang tersedia menjadi lebih komprehensif.

Untuk data kepemilikan script, KSEI memperoleh suplai data dari Biro Administrasi Efek (BAE). Data tersebut kemudian digabungkan dengan data scriptless yang tersimpan di sentral KSEI.

"Kalau tadinya di bursa itu pengumuman di atas 5%, sekarang pengumumannya adalah pemegang saham di atas 1%. Kami sampaikan ke bursa serta Otoritas Jasa Keuangan [OJK] sore ini dan teman-teman semua bisa lihat," kata Samsul.

Strategi Investasi BPJS Ketenagakerjaan dalam Mengelola Dana Jaminan Sosial

BPJS Ketenagakerjaan berinvestasi di saham untuk mengembangkan Dana Jaminan Sosial (DJS). Dana ini berasal dari iuran peserta yang nantinya digunakan untuk membayar manfaat kepada para peserta.

Iuran yang terkumpul tidak hanya disimpan, tetapi juga diinvestasikan agar nilainya bertumbuh. Langkah ini bertujuan memastikan kecukupan pembayaran klaim di masa mendatang.

Sebagai pengelola dana pensiun dan perlindungan pekerja, portofolio BPJS Ketenagakerjaan cenderung konservatif. Hingga Oktober 2025, sebanyak 70,4 persen DJS ditempatkan pada instrumen obligasi atau surat utang.

Sementara itu, penempatan investasi di saham tercatat sebesar 8,6 persen dari total portofolio. Angka tersebut hanya separuh dari penempatan investasi di deposito yang mencapai 16,4 persen.

Total dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan per Oktober 2025 mencapai sekitar Rp879,1 triliun. Berdasarkan komposisi tersebut, nilai investasi di saham diperkirakan sekitar Rp75,6 triliun.

Laporan keuangan 2025 audited belum dipublikasikan karena proses audit masih berlangsung pada awal tahun. Namun, data per Oktober 2025 tetap relevan sebagai gambaran struktur investasi BPJS.

Daftar 34 Saham Koleksi BPJS Ketenagakerjaan

Berdasarkan data kepemilikan saham investor di atas 1 persen yang tercatat di KSEI per 27 Februari 2026 dan dipublikasikan pada Selasa, 3 Maret 2026, terdapat 34 saham yang dikoleksi BPJS Ketenagakerjaan. Saham tersebut berada dalam portofolio program Jaminan Hari Tua (JHT) maupun Jaminan Pensiun (JP).

Program JHT dan JP sama-sama berorientasi jangka panjang. Penempatan investasi di saham diharapkan memberi imbal hasil optimal untuk meningkatkan nilai dana kelolaan.

Berikut daftar saham BPJS Ketenagakerjaan:

AALI: 41,979 juta lembar : 2,18%
ASII: 1,109 miliar lembar : 2,74%
BBNI: 1,308 miliar lembar : 3,51%
BBRI: 1,650 miliar lembar : 1,09%
BBTN: 389,275 juta lembar : 2,77%
BMRI: 1,242 miliar lembar : 1,33%
BSDE: 572,129 juta lembar : 2,70%
CPIN: 263,754 juta lembar : 1,61% (JP)
CTRA: 279,939 juta lembar : 1,51%
ERAA: 414,452 juta lembar : 2,60%
ERAA: 358,705 juta lembar : 2,25% (JP)
HRUM: 188,392 juta lembar : 1,39% (JP)
HRUM: 146,519 juta lembar : 1,08%
ICBP: 217,420 juta lembar : 1,86%
INCO: 237,247 juta lembar : 2,25%
INDF: 328,290 juta lembar : 3,74%
INTP: 102,515 juta lembar : 2,92%
ITMG: 11,847 juta lembar : 1,05%
JSMR: 247,524 juta lembar : 3,41%
KLBF: 939,056 juta lembar : 2,01%
LSIP: 300,925 juta lembar : 4,41%
MAPI: 624,075 juta lembar : 3,76%
MDKA: 527,100 juta lembar : 2,15%
MDKA: 345,931 juta lembar : 1,41% (JP)
MEDC: 254,913 juta lembar : 1,01% (JP)
PGAS: 606,218 juta lembar : 2,50%
PGAS: 329,247 juta lembar : 1,36% (JP)
PTBA: 177,167 juta lembar : 1,54%
PTPP: 210,427 juta lembar : 3,39%
PTPP: 63,163 juta lembar : 1,02% (JP)
SMGR: 230,981 juta lembar : 3,42%
SMRA: 435,978 juta lembar : 2,64%
TINS: 124,147 juta lembar : 1,67%
TLKM: 2,379 miliar lembar : 2,40%
TOWR: 1,079 miliar lembar : 1,83%
UNTR: 107,479 juta lembar : 2,88%
UNVR: 404,210 juta lembar : 1,06%
WSKT: 436,461 juta lembar : 1,52%
WTON: 243,619 juta lembar : 2,80%

Mayoritas saham berada di portofolio DJS program JHT. Saham di portofolio DJS program JP ditandai dengan (JP).

Implikasi Keterbukaan Data bagi Pasar Modal

Keterbukaan data kepemilikan di atas 1 persen memberi gambaran lebih jelas tentang struktur pemegang saham emiten. Investor kini dapat menilai arah investasi institusi besar seperti BPJS Ketenagakerjaan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari penguatan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata global. Transparansi yang meningkat diharapkan mampu menarik minat investor internasional.

Dengan terbukanya informasi ini, publik dapat melihat bagaimana dana jaminan sosial dikelola melalui instrumen saham. Keterbukaan tersebut sekaligus meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana peserta.

Terkini