BOGOR — Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut investasi awal PSEL mencapai 160 juta dollar AS. Angka itu setara sekitar Rp 2,6 triliun dan menjadi komponen terbesar dari proyek pengolahan sampah di TPAS Galuga.
Fasilitas pirolisis disiapkan terpisah dengan nilai investasi awal kurang lebih Rp 600 miliar. Kedua pekerjaan akan berjalan bersamaan, bukan bertahap.
Pirolisis Rp 600 Miliar Dikerjakan Bersamaan PSEL
Rudy memastikan pembangunan PSEL dan pirolisis tidak menunggu satu sama lain. Menurutnya, pekerjaan simultan itu bagian dari rancangan proyek sejak awal.
"Ada namanya pirolisis yang investasi awalnya senilai kurang lebih Rp 600 miliar, yang mana pekerjaannya akan dilaksanakan secara simultan bersamaan," kata Rudy, Rabu (16/9/2026).
Dengan skema itu, TPAS Galuga tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan akhir. Kawasan tersebut akan memiliki dua fasilitas pengolahan dengan teknologi berbeda di lokasi yang sama.
Groundbreaking Kamis, TNI Ikut Ambil Bagian Investasi
Peletakan batu pertama atau groundbreaking PSEL dijadwalkan Kamis (17/9/2026). Pemkab Bogor menyiapkan agenda itu bersama Danantara dan sejumlah pihak terkait.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) turut mengambil bagian dalam investasi proyek ini. Rudy menyampaikan hal itu tanpa merinci besaran porsi investasi masing-masing pihak.
Selain Danantara dan TNI, Pemkab Bogor menyebut ada pihak lain yang terlibat dalam pembangunan. Nama dan peran mereka belum diuraikan dalam keterangan yang disampaikan Rudy.
Dua Teknologi, Satu Lokasi di Cibungbulang
PSEL mengubah sampah menjadi energi listrik melalui proses pengolahan termal. Teknologi ini lazim dipakai kota-kota besar untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke landfill.
Pirolisis bekerja dengan memanaskan sampah pada suhu tinggi tanpa oksigen. Proses itu menghasilkan bahan bakar atau produk turunan lain yang bisa dimanfaatkan kembali.
Dua teknologi itu bersanding di TPAS Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Kawasan tersebut selama ini menjadi muara sampah utama wilayah Bogor dan sekitarnya.
Yang Belum Dijelaskan: Kapasitas dan Jadwal Operasi
Belum ada keterangan soal kapasitas olah sampah harian yang ditargetkan PSEL maupun pirolisis. Pemkab Bogor juga belum menyebut target waktu operasi komersial kedua fasilitas.
Rincian pembagian peran antara Pemkab Bogor, Danantara, dan TNI pun belum dipaparkan. Begitu pula skema pengelolaan dan bagi hasil setelah fasilitas beroperasi.
Yang sudah pasti, groundbreaking Kamis besok menjadi penanda dimulainya pekerjaan fisik di lokasi. Setelahnya, publik menunggu angka kapasitas dan tenggat penyelesaian proyek senilai total sekitar Rp 3,2 triliun itu.