MEDIATODAY.ID — Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan pembangunan 40.000 titik budi daya tematik berbasis Mini Recirculating Aquaculture System (Mini RAS) hingga 2029. Pada 2026, program ini mulai dijalankan di 4.000 titik yang tersebar di Pulau Jawa dan Lampung. Uji kelayakan desain dan keekonomian program tengah dilakukan lewat mockup di Depok, Jawa Barat.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau langsung mockup Program Budi Daya Tematik berbasis Mini RAS di Depok, Jawa Barat. Peninjauan itu untuk memastikan pemodelan budi daya perikanan modern bernilai ekonomi tinggi sekaligus ramah lingkungan berjalan sesuai rencana.
Trenggono menyebut pengembangan Mini RAS bukan sekadar inovasi teknologi. Menurutnya, program ini adalah strategi membangun rantai pasok industri perikanan dari tingkat desa.
Target 40.000 Titik hingga 2029
Trenggono menjelaskan pembangunan Mini RAS akan menyasar sekitar 40.000 titik di seluruh Indonesia hingga 2029. Setiap titik dirancang membentuk ekosistem industri yang saling terhubung.
"Membangun Mini RAS adalah sebuah terobosan. Kita akan bangun di setiap desa, ada 40.000 titik kurang lebih se-Indonesia sampai tahun 2029, dan secara ekosistem dia akan membentuk mata rantai industri. Mulai dari benih, pakan, pengolahan, dan seterusnya," ujar Trenggono dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Pendekatan di sektor perikanan darat ini disebut sebagai langkah baru dalam agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Trenggono berharap program ini membuka peluang bagi industri pendukung agar ikut berkembang.
"Jadi mestinya ini adalah sebuah peluang, gitu ya. Maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan membangun modelling yang seperti ini, tapi sekaligus juga menyambut untuk supaya industri pendukungnya ini berjalan," tambahnya.
4.000 Titik di Jawa dan Lampung Sepanjang 2026
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu menyatakan pembangunan mock-up Mini RAS menjadi tahapan penting. Desain, aspek teknis, dan keekonomian program harus matang sebelum diterapkan dalam skala besar.
"Mock-up ini menjadi langkah awal untuk memastikan program 40 ribu titik se-Indonesia hingga 2029 dapat berjalan sesuai yang direncanakan. Dari sini desain dan perhitungan keekonomiannya terus disempurnakan sebelum diterapkan secara lebih luas," ujar Tebe.
Pada 2026, KKP menargetkan pelaksanaan program di 4.000 titik di Pulau Jawa dan Lampung. Pembangunan dibagi dalam dua tahap, masing-masing 2.000 titik.
1.454 Desa Dinyatakan Siap dari Hasil Verifikasi Awal
Verifikasi awal KKP terhadap 5.051 desa di enam provinsi menemukan 1.454 desa siap dibangun. Enam provinsi itu meliputi Banten, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Lokasi lainnya masih melalui proses penyesuaian teknis dan evaluasi. KKP memastikan setiap calon lokasi memenuhi persyaratan program sebelum pembangunan dimulai.
Program Mini RAS menempatkan benih, pakan, hingga pengolahan hasil panen dalam satu rantai yang saling menopang. Jika berjalan sesuai target, 40.000 titik itu berpotensi mengubah lanskap perikanan budi daya nasional dari skala desa.