Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Dorong Himbara Maksimalkan KUR untuk Memperkuat UMKM dan Rantai Pasok Nasional

Presiden Prabowo Dorong Himbara Maksimalkan KUR untuk Memperkuat UMKM dan Rantai Pasok Nasional
Presiden Prabowo Dorong Himbara Maksimalkan KUR untuk Memperkuat UMKM dan Rantai Pasok Nasional

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk terus menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada UMKM. Langkah ini bertujuan agar sektor usaha mikro hingga menengah tidak tertinggal dibandingkan kelompok usaha besar.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza, mengatakan Himbara memperoleh porsi penyaluran KUR lebih dari 90%. Oleh karena itu, Helvi berharap bank-bank pelat merah tetap konsisten meningkatkan penyaluran KUR tersebut secara disiplin.

“Kemarin Bapak Presiden dalam amanahnya, beliau menekankan bagaimana kedisiplinan yang harus dilakukan oleh Himbara, karena tujuannya adalah untuk kesejahteraan rakyat, bukan dalam konteks semata-mata untuk bisnis konglomerasi,” kata Helvi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang UMKM dan Kewirausahaan 2026 di Hotel Grand Mercure, Yogyakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Kebijakan Corporate Business Responsibility (CBR) untuk Usaha Besar

Helvi menambahkan, pemerintah melalui Kementerian UMKM telah membuat skema Corporate Business Responsibility (CBR). Skema ini berlaku jika Himbara ingin menyalurkan pembiayaan kepada usaha besar atau konglomerasi.

“Kalau Himbara mau membantu usaha besar maupun konglomerasi, mereka harus melakukan beberapa program CBR yang bermuara kepada kemitraan dengan usaha menengah. Menengah membina usaha kecil, kecil membina usaha mikro,” jelas Helvi.

Skema CBR menjadi salah satu kunci untuk memperkuat keterhubungan UMKM Indonesia ke rantai nilai global (global value chain). Hingga kini, keterhubungan tersebut masih dinilai lemah dan memerlukan dukungan dari usaha besar untuk mengintegrasikan UMKM ke pasar internasional.

Peningkatan Kapasitas UMKM dan Rantai Pasok Nasional

Menurut Helvi, usaha besar dapat bersaing di tingkat global, tetapi rantai pasoknya, yaitu UMKM, harus dibina. Program ini diharapkan mendorong UMKM untuk naik kelas dan berperan aktif dalam pasar global.

Penyaluran KUR di 2025 tercatat mencapai Rp270 triliun dengan 2,26 juta debitur penerima. Dari jumlah tersebut, porsi sektor produksi mencapai 60,7% dan telah memenuhi target penyaluran sebesar 60%.

Pertumbuhan Debitur dan Sertifikasi UMKM

Data Kementerian UMKM menunjukkan adanya 2,75 juta debitur baru pada 2025, sementara 1,54 juta debitur berhasil graduasi. Hal ini menandakan program KUR mampu mendorong UMKM untuk meningkatkan kapasitas usahanya secara signifikan.

Selain itu, per Desember 2025, tercatat penerbitan 3,07 juta Nomor Induk Berusaha (NIB), 2,86 juta sertifikat halal, dan 1,03 juta SNI BINA UMK. Angka ini menunjukkan kemajuan dalam memperkuat legalitas dan standar usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia.

Rasio Kredit UMKM dan Tantangan Global

Rasio kredit UMKM di Indonesia baru mencapai 18,05% dengan suku bunga sekitar 5,50%. Angka ini masih tertinggal dibandingkan negara lain, seperti Korea Selatan (32,3%, bunga 2,5%) dan China (42,22%, bunga 3%).

Di sisi lain, SDGs Score Indonesia sebesar 66,95% masih berada di bawah negara lain yang berada pada kisaran 70–78%. Kondisi ini menekankan perlunya peningkatan dukungan pembiayaan dan integrasi UMKM ke pasar global agar daya saing nasional meningkat.

Peran Strategis Himbara dalam Mendukung UMKM

Himbara diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam menyalurkan KUR secara merata. Dengan demikian, UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari rantai nilai global.

Helvi menegaskan bahwa kombinasi antara penyaluran KUR, skema CBR, dan pembinaan usaha mikro hingga menengah akan memperkuat ekosistem UMKM. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.

Mendorong UMKM Naik Kelas dan Terhubung dengan Pasar Global

Program KUR menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong UMKM naik kelas dan tersambung dengan pasar internasional. Langkah ini juga membantu Indonesia dalam meningkatkan keterhubungan rantai nilai global dan daya saing nasional.

Helvi menambahkan, pembinaan UMKM melalui CBR akan memastikan usaha besar tidak hanya fokus pada keuntungan sendiri. Sebaliknya, mereka diharapkan menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan usaha menengah dan mikro di sekitarnya.

Dengan berbagai strategi tersebut, pemerintah optimistis Himbara dapat menyalurkan KUR secara optimal. Dampaknya diharapkan memberikan kesejahteraan lebih luas bagi rakyat dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index