Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU Periode 2026-2031, Ini Hasil Muktamar NU

Jumat, 04 September 2026 | 02:32:31 WIB
Ketua Umum PBNU terpilih periode 2026-2031, Gus Kikin, diumumkan secara resmi dalam Muktamar ke-35 NU.

MEDIATODAY.ID — Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA), KH Anwar Iskandar, bersama sejumlah kiai sepuh anggota majelis pada akhir pekan lalu. Gus Kikin yang juga Pengasuh Pesantren Tebuireng itu melanjutkan estafet kepemimpinan yang sebelumnya dipegang oleh almarhum KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah yang wafat pada 2020 lalu.

Selain Ketum, Muktamar juga memilih Miftahul Achyar sebagai Rais Aam PBNU untuk periode yang sama, yakni 2026-2031. Keduanya disebut telah mendapatkan restu tertulis dari Rais Aam terpilih sebelum pengumuman resmi digelar.

Keputusan Bulat di Sidang Pleno V

Proses pemilihan berlangsung di tengah pengawasan ketat panitia. Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menegaskan bahwa tidak ada satu pun peserta susupan dalam forum lima tahunan tersebut.

"Penyelenggaraan muktamar kali ini tertib, sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada. Pesertanya pun tidak ada susupan," ujar Gus Ipul dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, kemarin. Ia memastikan seluruh tahapan kepesertaan terverifikasi dengan baik.

Verifikasi Peserta Berbasis Teknologi

Untuk menjamin keabsahan peserta, panitia menerapkan sistem verifikasi berlapis. Alurnya dimulai dari penerbitan surat keputusan, penyusunan daftar peserta sementara, hingga penetapan daftar peserta tetap.

Tata kelola muktamar kali ini mengandalkan teknologi, termasuk penggunaan chip dan kecerdasan buatan dalam proses verifikasi. Langkah ini dilakukan agar tidak ada pihak yang mengikuti sidang tanpa mandat resmi dari wilayah masing-masing.

Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang terlibat dalam penyelenggaraan Muktamar. Menurutnya, kerja keras mereka memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai jadwal yang direncanakan.

Dinamika Pemilihan dan Restu Kiai Sepuh

Gus Kikin terpilih setelah melalui mekanisme AHWA, sebuah lembaga musyawarah tertinggi yang berwenang menentukan kepemimpinan di lingkungan NU. Sebelum penetapan, ia telah mengantongi suara tertinggi dari para muktamirin dalam Sidang Pleno V.

Terpilihnya pengasuh Tebuireng ini dianggap sebagai keberlanjutan tradisi kepemimpinan dari kalangan pesantren besar. Gus Kikin mewarisi posisi yang sebelumnya dijabat Gus Sholah, tokoh yang dikenal konsisten menjaga nilai-nilai kebangsaan dalam organisasi.

Muktamar ke-35 menjadi tonggak penting bagi NU karena untuk pertama kalinya proses transisi kepemimpinan berlangsung dengan dukungan penuh sistem digital. Langkah ini dinilai sebagai pembaruan signifikan dalam manajemen organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.

Tags

Terkini